Select Your Language

Translate Your Language Here
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, March 31, 2015

Pelajaran Pertama; Mengurai Paragraf; Kelas Menulis Komunitas Berkat Yakin



28-01-2014

Proposisi: Ursula punya alasan untuk duduk di pantai itu.


Why

Ursula punya alasan untuk duduk di pantai itu. Ia ingin melupakan penyakit lupus yang kini dideritanya dengan memandang matahari terbenam sambil duduk di batu karang. Penyembuhan yang ditawarkan oleh beberapa dokter yang tadi siang ditemuinya hanya membuat persoalan bertambah buruk. Dokter yang satu meminta untuk menaikkan berat badan, sementara yang lain justru memintanya untuk menurunkannya. Sedangkan sudah berbulan-bulan ia berobat dan dokter-dokter itu tak pernah membuat perasaannya menjadi lebih lega . Sudah dua jam ia duduk di situ, meski tidak bisa berdiri dengan nyaman lantaran kaki kanannya selalu gemetar dan ukurannya kian hari kian menyusut. Di situ, dengan sebelah kaki terjulur dan sebelah lagi bersila, ia memain-mainkan gantungan kunci bergambar matahari pemberian Keanu. Ia termangu memikirkan penyakitnya, juga Keanu yang kini tak lagi memperhatikannya seperti dulu. Pada waktu-waktu tertentu, ombak yang bergulung-gulung di depannya mirip lembaran-lembaran kain yang dikeringkan di tali jemuran.

Who

Ursula punya alasan untuk duduk di pantai itu. Gadis Irlandia berambut hitam pendek sedagu itu termangu-mangu sendiri di atas batu karang yang di apit oleh dua buah pohon kelapa. Matanya yang biru menatap laut lepas yang juga berwarna biru. Dadanya bergemuruh setiap kali ombak dengan tenang menyentuh kaki-kaki telanjangnya, terbayang Keanu, kekasihnya yang setahun lalu berlayar ke Samudera Hindia, membantu tentara angkatan laut menyelesaikan sengketa hukum laut di wilayah India dan Pakistan. Senja kian membayang di matanya yang berkaca-kaca, “Mengapa kamu tak pernah memberiku kabar,” gumamnya, “Mengapa kamu tak pernah memberi tanda apa-apa dan hanya memintaku menunggu di sini setiap sore.” Dengan ujung-ujung jari ia hapus airmatanya, sementara angin memainkan rambutnya yang terurai menutupi pipi. Gadis itu menghela nafas, berdiri, lalu melemparkan sebutir kerikil ke laut.

Proses duduk di pantai

Ursula punya alasan untuk duduk di pantai itu. Baginya, sore itu pantai pasir putih nampak berbeda meskipun hampir setiap sore ia berada di situ; cahaya matahari terlihat lebih terang, burung-burung camar dan perahu yang melintas di kejauhan juga lebih ramai dari biasanya, barangkali karena saat itu laut sedang surut. Burung-burung camar dengan teriakan-teriakannya itu membuyarkan lamunan Ursula tentang Keanu, terutama ketika burung-burung itu menukik dan mengepakkan sayap melintasi angkasa. Ia menyapu pandangannya di sekitar pantai itu, beberapa pondok kayu yang menjual es dugan di siang hari, kini nampak lengang . Awan beralih dan sinar matahari semakin dekat memantul di laut. Angin bertiup menembus daun-daun kelapa, suaranya mirip sekelompok orang yang menyapu tanah pada saat berbarengan. Ursula mengambil segenggam pasir lalu membiarkannya jatuh melalui jari-jarinya, pasir itu jatuh lagi ke pantai, dan Ursula melalukannya berulang kali. Barangkali cinta yang dimiliki Keanu seperti pasir-pasir yang selalu gagal kugenggam, pikirnya. Ursula membenamkan wajahnya, meringkuk sambil memegang lututnya. Suara ombak seakan menghilang dan berubah menjadi kesunyian, seperti ada kekosongan yang memasuki hatinya dan tinggal di sana untuk waktu yang cukup lama. Di kejauhan seekor camar berputar-putar lalu hilang di cakrawala.

No comments:

Post a Comment

quotes

what is more beautiful than night/ and someone in your arms/ that's what we love about art/ it seems to prefer us and stays—Frank O'Hara